Tak sedikit UMKM yang harus gulung tikar karena luput memahami penyebab UMKM bangkrut dari sejak awal merintis usaha. Ketidaksiapan menghadapi risiko, keterbatasan modal, dan lemahnya perlindungan pun sering menjadi faktor utama kegagalan. Di sinilah peran perlindungan UMKM Indonesia Anda butuhkan.

Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, pelaku UMKM akan mendapatkan perlindungan sosial berupa jaminan kecelakaan kerja, kematian, dan hari tua. Program ini akan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha yang kerap rentan terhadap risiko, sehingga bisnis dapat dijalankan dengan lebih tenang dan terarah.

4 Penyebab UMKM Bangkrut

Berikut alasan UMKM bangkrut di sekitar tahun pertama hingga ketiga yang harus Anda waspadai.

1. Tidak Memahami Sistem Akuntansi yang Benar

Mengutip dari MRB Finance, penyebab UMKM gulung tikar paling besar adalah kurangnya pemahaman mengenai sistem akuntansi. Bahkan, tercatat ada 90% UMKM yang tidak mampu bertahan lebih dari 5 tahun karena faktor ini.

Jadi, meski pandai dalam menjual produk, tapi tidak disiplin mencatat arus transaksi, tidak memisahkan kekayaan pribadi dengan aset usaha, dan abai terhadap data keuangan. Maka, arus akuntansi Anda akan berantakan. Jika sudah demikian, akan sulit untuk mendeteksi pergerakan keuangan, sehingga dapat berakibat fatal.

2. Kalah Saing dengan Perusahaan Besar

Alasan kedua datang dari persaingan bisnis, terutama perusahaan-perusahaan besar. Terkait hail ini, UMKM seringkali gagal karena perusahaan besar lebih banyak memiliki modal dan tenaga kerja yang mumpuni.

Namun, bukan berarti bisnis Anda tidak akan jalan. Jika memiliki business plan yang baik, terutama dalam pengelolaan strategi dan keuangan, usaha akan lebih mudah bersaing sekalipun dengan perusahaan ternama.

3. Sulit Mengikuti Tren

Berbicara mengenai tren, bisnis selalu memiliki sesuatu yang fresh, unik dan mengundang banyak minat. Ini bukan hanya tentang inovasi produk, melainkan juga kebiasaan konsumen. Sayangnya, hal ini juga dapat menjadi penyebab UMKM bangkrut.

Sebab, berdasarkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), 74% UMKM tidak melakukan riset sebelum membuat dan menjual produk. Sehingga, mereka lebih banyak ketinggalan tren dan akhirnya kalah saing dengan pelaku usaha yang pandai beradaptasi dengan segala perubahan.

4. Kurang Memahami Strategi Digital

Penyebab kebangkrutan terakhir adalah kurang memahami strategi digital. Sebagai konsumen, kita mungkin sudah terbiasa dengan layanan serba digital. Namun, dalam praktik bisnis, masih banyak pelaku usaha yang belum sepenuhnya siap beradaptasi dengan transformasi digital.

Ini adalah hambatan utama yang membuat UMKM di Indonesia kesulitan go digital. Apalagi dengan minimnya pelatihan keterampilan digital, keterbatasan akses pembiayaan, kurangnya pendampingan atau mentor bisnis, serta infrastruktur yang belum memadai.

Sudah Memahami Apa Saja Penyebab UMKM Bangkrut?

Kesimpulannya, memahami apa saja penyebab UMKM bangkrut akan membantu Anda untuk menganalisa risiko bisnis yang muncul. Dengan begitu, Anda bisa mempersiapkan strategi yang lebih matang dan memiliki perlindungan UMKM Indonesia yang tepat, yakni melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini menawarkan berbagai manfaat, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga perlindungan di masa tua. Sehingga, Anda dapat menjalankan usaha dengan lebih tenang dan fokus mengembangkan bisnis. Yuk, lindungi UMKM Anda dari sekarang agar lebih siap menghadapi risiko dan tumbuh berkelanjutan di masa depan!

By admin1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *